LPLHI – KLHI

Lembaga Penyelamat Lingungan Hidup Indonesia – Kawasans Laut Hutan dan Industri

Selayang Pandang

LPLHI KLHI adalah lembaga Swadaya yang bertujuan untuk melakukan usaha-usaha konkrit dalam menyelamatkan dan melestarikan alam dan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang ada diseluruh kawasan laut, hutan, dan industri di Indonesia, sebagai Negara dengan wilayah pesisir dan keanekaragaman hayati terkaya di dunia.

Read more

LPLHI KLHI

Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia - Kawasan Laut Hutan dan Industri



GO GREEN ADALAH UPAYA MENYELAMATKAN BUMI

Mengingat belakangan waktu ini bumi semakin tidak bersahabat, banyak aktivis dan masyarakat seluruh dunia yang gencar mencanangkan program go green untuk menyelamatkan bumi. Go green adalah tindakan atau perbuatan yang ditujukan untuk menyamatkan bumi dari segala kerusakan akibat ulah manusia, dimana cara penyelamatannya dilakukan dengan program yang lebih menitik beratkan pada penghijauan lingkungan. Konsep Go Green Adalah 4 R Konsep program go green adalah terdiri dari 4 R yakni reduce, reuse, recycle, dan replace. Berikut penjelasan dari empat konsep tersebut. Reduce Konsep pertama merupakan kegiatan yang mengupayakan pengurangan penggunaan barang-barang atau material yang biasa kita gunakan. Tujuan utamanya adalah meminimalisir bertambahnya sampah dari sisa-sisa materi atau barang-barang yang kita gunakan tersebut. Contoh konkretnya misalnya memanfaatkan kertas-kertas sisa dari buku tulis yang keseluruhan halamannya belum penuh terpakai. Sisa-sisa kertas yang masih kosong bisa dikumpulkan, distepler/dijilid rapi, dan dijadikan buku catatan-catatan kecil seperti buku telepon atau memo. Reduce bisa pula dilakukan dengan cara merefill pena yang tintanya telah habis. Jadi tidak perlu langsung membuang batang pena yang sesungguhnya masih bisa digunakan dengan fungsi yang sama kembali. Reuse Konsep kedua merupakan upaya menggunakan kembali barang-barang yang fungsinya bisa tidak sekali pakai. Contoh kongkretnya adalah menyimpan kantong plastik bekas belanjaan. Lalu menggunakannya kembali ketika rutinitas belanja selanjutnya. Jadi, penjual tidak perlu lagi memberi plastik untuk memuat barang belanjaan karena plastik yang lama masih berdaya guna. Semakin banyak plastik yang digunakan, semakin besar pula potensi kerusakan bumi terjadi sebab plastik adalah sampah yang paling lama hancur di dalam tanah. Recycle Konsep ketiga adalah upaya mendaur ulang sampah-sampah yang ada. Saat ini sudah banyak sampah-sampah yang diolah oleh tangan-tangan kreatif menjadi sebuah benda yang berdaya guna baru. Misalnya botol minuman, kaleng, dan kertas yang diolah menjadi pernak-pernik. Bahkan sebuah penelitian menyatakan bahwa kertas bisa didaur ulang hingga 7x. Tidak heran bila saat ini banyak sekali pernak-pernik seperti bingkai foto, album, dan perlengkapan rumah tangga yang sesungguhnya berasal dari bubur kertas bekas. Replace Konsep keempat dilakukan melalui upaya mengganti barang-barang yang bisa merusak lingkungan dengan barang-barang berfungsi sama namun lebih ramah lingkungan. Contoh konkretnya seperti yang mulai dilakukan orang Jepang dalam hal menggunakan kain sebagai tas belanjaan daripada menggunakan plastik dan menggunakan sepeda atau berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan bermotor (padahal negaranya termasuk produsen otomotif terbesar). Atau bisa pula mengganti penggunaan tisu dengan sapu tangan atau kain serbet untuk membersihkan sesuatu. Macam-macam Ulah Manusia yang Merusak Bumi Bumi semakin tua. Tapi perlakuan manusia-manusia di dalamnya justru tidak ‘mengawetkan’ bumi agar senantiasa tidak rusak. Disadari atau tidak, tangan-tangan manusialah yang menjadi biang kerusakan bumi. Berikut beberapa contoh kegiatan manusia yang memperburuk keadaan bumi dari waktu-ke waktu. 1. Pembakaran Hutan dan Penebangan Kayu Liar Seringkali, pengusaha-pengusaha kayu atau pengusaha real estate yang ingin meraup keuntungan besar membuka lahan dengan cara ilegal. Illegal logging atau pembalakan liar membuat paru-paru bumi gundul. Tidak pula dilakukan usaha reboisasi untuk mengembalikan keberadaan hutan. Juga pembakaran hutan yang bertujuan untuk membuka lahan akhir-akhir ini kerap terjadi. Efek dari pembakaran hutan bukan saja membuat hutan hangus tapi juga mencemari udara karena asap yang ditimbulkannya. 2. Pembangunan yang Tidak Terencana dan Tertata dengan Baik Jumlah kelahiran yang tidak sebanding dengan jumlah kematian, membuat jumlah penduduk bumi semakin padat. Jumlah penduduk bumi yang semakin banyak tentu berhubungan dengan kebutuhan akan tempat tinggal. Apalagi saat ini rumah bukan sekedar dianggap sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai investasi. Tidak heran bila orang-orang yang berfinansial lebih dari cukup memiliki rumah lebih dari satu. Lantas apa dampaknya? Lagi-lagi berdampak pada kerusakan hutan dan hilangnya lahan perrtanian. Pohon-pohon sengaja ditembang, sawah sengaja ditimbun demi mendapatkan lahan kosong untuk membagun perumahan, gedung, atau perkantoran. Akibatnya bumi semakin gersang/tandus, timbul longsor, dan banjir. 3. Penambangan Pasir Laut Suatu kesalahan besar yang dilakukan bangsa Indonesia adalah melakukan penambangan pasir laut di sekitar perairan Kepulauan Riau, Singkep, Bangka Belitung, dan Singkep di provinsi Jawa Barat di Taikmalaya Sukabumi Cianjur Ciamis dan Daerah lainya Penambangan pasir laut ditujukan untuk kegiatan ekspor ke luar negeri. Dalm hal ini, Singapura sebagai negara tertangga terdekat menjadi penerima ekspor tersebut. Tanpa kita sadar bahwa kandungan pasir laut tersebut sesungguhnya kaya akan vandium, titanium, dan palladium. Oleh Singapura, pasir laut Indonesia diekspor kembali ke nagara Amerika dan Jepang. Yang terjadi pada Indonesia adalah kerusakan seperti tenggelamnya pulau-pulau kecil, abrasi, dan merusak ekosistem laut. Miris! 4. Polusi Polusi adalah zat atau senyawa kimia atau bahan-bahan berbahaya lainnya yang masuk ke dalam lingkungan pada kadar melebihi ambang batas toleransi yang dapat diterima manusia sehingga membahayakan kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Dulu sebelum banyak penemuan-penemuan di bidang teknologi yang menggunakan mesin, bumi ini dalam keadaan normal dan tidak membahayakan. Oksigen masih bersih karena tidak ada pencemaran lingkungan. Namun seiring berjalannya masa, timbullah teknologi-teknologi yang mengandung bahan-bahan yang merusak udara. Cotohnya cfc dari pendingin ruangan, kulkas. Begitu pula asap kendaraan bermotor yang membuat polusi udara semakin menjadi-jadi. Zat-zat berbahaya itulah yang disebut polutan. Adapun polusi bisa diurai menjadi tiga macam, d iantaranya: Polusi Tanah Penyebab utama terjadinya polusi tanah adalah sampah. Dalam hal ini sampahlah yang menjadi polutannya. Sampah-sampah yang berbahan dasar plastik, kaca, logam, dan insektisida akan sulit diurai oleh dekomposer di dalam tanah. Akibatnya, sampah-sampah itu tidak hancur, terbenam, dan menumpuk dalam jangka waktu yang lama. Hal demikian akan membuat tanah menjadi berkurang porositasnya. Begitu pula bila ada sampah yang mengandung bahan insektisida dan logam berat di dalam tanah. Bahan tersebut bisa jadi akan membahayakanmakhluk hidup di dalam tanah yang sesungguhnya menguntungkan manusia, misalnya cacing yang berguna untuk menggemburkan tanah. Polusi Air Polusi air bisa disebabkan karena adanay polutan yang ikut masuk dalam komponen/ molekul dalam jumlah yang melewati ambang batas kewajaran dan berdampak membahayakan bagi makhluk hidup yang menggunakannya. Polutan yang paling sering menjadi biang keladi terjadinya polusi air ialah sisa limbah pabrik, limbah rumah skait, limbah rumah tangga, limbah pertanian, sampah organic, dan logam berat. Polutan-polutan itulah yang dapat mengubah komposisi air menjadi tidak layak digunakan oleh makhluk hidup terutama manusia. Polusi Udara Daripada polusi tanah dan polusi air, polusi udara yang paling terasa oleh makhluk hidup. Sebab, manusia membutuhkan udara setiap detik untuk tetap bernafas. Ketika udara tercemar, maka yang dirasakan adalah sirkulasi pernafasan yang terganggu, aneka macam penyakit mata, dan batuk . Polusi udara pencetus utama terjadinya efek rumah kaca yang berakibat pada pemanasan global. Jadi, go green adalah upaya yang tetap harus terus digalakkan untuk menyelamatkan bumi. Mari bersama-sama kita mengusahakan yang terbaik untuk tempat bernaung kita!

Poktan Keramba Ikan

Kebocoran Pipa Minyak PT.PERTAMINA EP FILED LIRIK RIAU Merugikan Masyarakat

Berbagi kasus pencemaran limbah berbahaya dan beracun (B3) dari kegiatan penambangan minyak bumi sangat memerlukan perhatian yang lebih serius.Contoh Kasus pencemaran seperti yang terjadi di PT.PERTAMINA EP FILED LIRIK (Riau), seharusnya menjadi catatan penting bagi para pengelola penambangan minyak akan pentingnya pengelolaan pencemaran minyak di Indonesia. Eksplorasi dan eksploitasi produksi minyak bumi melibatkan juga aspek kegiatan yang beresiko menumpahkan minyak antara lain :

Distribusi/pengangkutan minyak bumi dengan menggunakan moda transportasi air, transportasi darat, marine terminal/pelabuhan khusus minyak bumi, perpipaan dan eksplorasi dan eksploitasi migas lepas pantai (floating production storage offloading, floading storage offloading) Setiap tahun kebutuhan minyak bumi terus mengalami peningkatan seiring dengan tingginya kebutuhan energi sebagai akibat kemajuan teknologi dan kebutuhan hidup manusia, sehingga potensi pencemaran oleh minyak bumi juga meningkat.

Seperti tampak pada gambar dibawah ini, data yang di kumpulkan oleh team investigasi DPW LPLHI-KLHI Prov Riau saat SAAT DI ADAKAN PERTEMUAN kLARIFIKASI bersama (manager bidang legal) PT PERTAMINA EP FIELD LIRIK Ahmad Jabbar SH.MH, kebocoran di lokasi bor 99 dan 6 lokasi lainnya bedampak pada rusaknya lingkungan secara luas tumpahan minyak akibat kebocoran pipa minyak di kawasan sumur bor Desa Gudang Batu Kabupaten Indragiri Hulu Pihak Pertamina EP Field Lirik mengakui kesalahan tersebut dan akan segera memberbaiki kerusakan dalam waktu yang dekat ini. Meski sudah tergolong pencemaran lingkungan, namun pihak perusahaan masih separuh hati memperbaiki kerusakan pipa yang mengakibatkan tanah terkontaminasi minyak dan merusak lingkungan serta menurunkan estetika.

Tanah yang terkontaminasi minyak tersebut dapat merusak lingkungan serta menurunkan estetika. Lebih dari itu tanah yang terkontaminasi limbah minyak dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai dengan Kep. MenLH 128 Tahun 2003. Oleh karena itu PT.Pertamina EP Filed Lirik diharapkan secepat mungkin dapat memperbaiki kerusakan pipa yang bocor untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan warga sekitar dan Indonesia pada umumnya. Read More…

Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan dari sampah cangkang kelapa sawit dan Limbah minyak sawit/CPO

 

Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan dari sampah cangkang kelapa sawit dan Limbah minyak sawit/CPO.

Kepala Bagian Penyelamatan dan Pemanfaatan Sumbar Daya Alam DPW LPLHI-KLHI Riau Sirajuddin LPLHI-KLHI Provinsi Riau,akan mengajukan Bekerjasama dengan Pemda Provinsi Riau/Balitbang Provinsi Riau dalam waktu dekat ini Bekerjasama untuk mengoperasikan kembali Mesin pengelolaan limbah sawit untuk di jadikan BIO SOLAR yang diprakarsai oleh BPPT dan LIPI. pabrik ini tidak di operasikan selama 7 tahun. pabrik yang tebengkalai ini akan di operasikan oleh putara Daerah Riau yang tergabung di LPHLI-KLHI Provinsi Riu yang ahli di bidangnya telah siap mengoperasikan kembali pabrik berlokasi di Kabupaten Kampar Kecamatan Siak Hulu Riau.

Pabrik yang kelola oleh Balitbang Prov Riau yang kelak akan di operasikan dengan tim dan tenaga ahli DPW LPLH-KLHI Prov Riau Ini merupakan hasil dari proses transesterifikasi CPO itu akan dihasilkan metil ester asam lemak murni (FAME). Lalu FAME tersebut di-blending dengan solar murni selama 10 menitan, menghasilkan biodiesel yang siap pakai. Itulah biofuel jenisbiodiesel! Biodiesel penggunaannya adalah untuk menggantikan solar.

Biosolar merupakan campuran solar dengan minyak nabati yang didapatkan dari minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Sebelum dicampurkan minyak kelapa sawit direaksikan dengan methanol dan ethanol dengan katalisator NaOH atau KOH untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME). Untuk Biosolar jenis B-5 yang dijual saat ini mengandung 5 persen campuran FAME.
Kita selama ini mengeluh dan panik karena beban harga BBM dan listrik yang tinggi ditambah ancaman krisis energi. Minyak bumi yang berasal dari fosil lama kelamaan akan habis karena dieksploitasi terus menerus dan akan habis karena sumber energi ini tidak bisa diperbaharui.

Namun kita lupa atau tidak sadar bahwasanya kita memiliki sumber energi alternatif yang sangat luar biasa. Sumber ini sebenarnya hanya berasal dari Sampah!! Ya sampah kelapa sawit. Produksi dan pengolahan kelapa sawit selain menghasilkan minyak goreng, juga membuang sampah berupa cangkang sawit.

Di negara-negara maju dan modern seperti Jepang dan China, cangkang sawit diberdayakan menjadi bahan baku bio energi. Sebuah energi alternatif untuk menjawab kekhawatiran minyak bumi akan habis setelah dikuras manusia.
Dimana negara kita saat ini sedang mengalami krisis energi karena harga solar, gas, batu bara dan premiun sedang tinggi, sehingga biaya energi kita mahal.Ironisnya mengapa kita tidak sejak dini mempersiapkan teknologi pembangkit listrik atau power plan berbasis bio energi cangkang sawit sebagaimana Jepang dan China. Ini yang jadi pertanyaan besar.

Padahal bahan baku cangkang sawit yang dipakai Power Plan di China dan Jepang diimpor dari perkebunan sawit Padang, Riau, Pekanbaru, Bengkulu, basis utama daerah penghasil sawit.

Apakah pemerintah, orang cerdas, ahli bio energi, pengusaha, pemikir kita tidak sadar untuk memberikan sumbangsih nyata bagi penggunaan bio energi di bumi Indonesia untuk menjawab keluhan masyarakat atas mahalnya biaya energi konvensional yang tidak bisa diperbaharui.

Ataukah kita selamanya hanya menjadi pedagang minyak dan terus membebani harga energi kepada masyarakat kita kian mahal yang mengakibatkan perekonomian kita mengalami inflasi yang sangat tinggi.

Disadari atau tidak, kenaikan harga BBM faktanya memberikan effect kenaikan seluruh barang hampir 30 persen di tengah masyarakat (Meski statistik yang direlease Badan Pusat Statistik selalu menyatakan inflasi dibawah dua digit). Misalnya sebuah harga barang elektronika yang tadinya berkisar Rp 3.000.000 sekarang menjadi Rp 3.500.000. Makan nasi di tempat murah Warung Tegal yang tadinya seporsi Rp 5.000 sd Rp 8.000 sekarang sudah minimal Rp 10.000 atau rata-rata Rp 15.000. Sehingga uang yang dipegang masyarakat kita makin tidak punya nilai.

Kenaikan harga energi disadari atau tidak akan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian kita yang sangat mengandalkan energi sebagai sumber kehidupan. Karena semua kegiatan masyarakat kita saat ini bergantung dari listrik dan alat transportasi berbasis energi yang dihasilkan dari bahan baku batu bara, minyak, pembangkit tenaga air, dan sebagainya.

Marilah kita mulai berpikir untuk menciptakan dan mengelola sebuah bio energi, sebuah energi terbarukan yang berasal dari bahan baku cangkang sawit. Ayo bangun pabrik-pabrik pengolah cangkang sawit. Yang saya pernah tahu di Bengkulu dan Padang sudah berdiri pabrik besar cangkang sawit. Namun hasil produksinya diekspor ke Jepang dan China.

Kapan saatnya nanti cangkang sawit itu bisa juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, dengan adanya power plan berbasis cangkang sawit. Sebuah primadona baru dalam bisnis komodite. Kalau tidak sekarang kapan lagi

  • All the developers of D5 Creation have come from the disadvantaged part or group of the society. All have established themselves after a long and hard struggle in their life ----- D5 Creation Team
© 2018: LPLHI - KLHI | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress