Kebocoran Pipa Minyak PT.PERTAMINA EP FILED LIRIK RIAU Merugikan Masyarakat

Berbagi kasus pencemaran limbah berbahaya dan beracun (B3) dari kegiatan penambangan minyak bumi sangat memerlukan perhatian yang lebih serius.Contoh Kasus pencemaran seperti yang terjadi di PT.PERTAMINA EP FILED LIRIK (Riau), seharusnya menjadi catatan penting bagi para pengelola penambangan minyak akan pentingnya pengelolaan pencemaran minyak di Indonesia. Eksplorasi dan eksploitasi produksi minyak bumi melibatkan juga aspek kegiatan yang beresiko menumpahkan minyak antara lain :

Distribusi/pengangkutan minyak bumi dengan menggunakan moda transportasi air, transportasi darat, marine terminal/pelabuhan khusus minyak bumi, perpipaan dan eksplorasi dan eksploitasi migas lepas pantai (floating production storage offloading, floading storage offloading) Setiap tahun kebutuhan minyak bumi terus mengalami peningkatan seiring dengan tingginya kebutuhan energi sebagai akibat kemajuan teknologi dan kebutuhan hidup manusia, sehingga potensi pencemaran oleh minyak bumi juga meningkat.

Seperti tampak pada gambar dibawah ini, data yang di kumpulkan oleh team investigasi DPW LPLHI-KLHI Prov Riau saat SAAT DI ADAKAN PERTEMUAN kLARIFIKASI bersama (manager bidang legal) PT PERTAMINA EP FIELD LIRIK Ahmad Jabbar SH.MH, kebocoran di lokasi bor 99 dan 6 lokasi lainnya bedampak pada rusaknya lingkungan secara luas tumpahan minyak akibat kebocoran pipa minyak di kawasan sumur bor Desa Gudang Batu Kabupaten Indragiri Hulu Pihak Pertamina EP Field Lirik mengakui kesalahan tersebut dan akan segera memberbaiki kerusakan dalam waktu yang dekat ini. Meski sudah tergolong pencemaran lingkungan, namun pihak perusahaan masih separuh hati memperbaiki kerusakan pipa yang mengakibatkan tanah terkontaminasi minyak dan merusak lingkungan serta menurunkan estetika.

Tanah yang terkontaminasi minyak tersebut dapat merusak lingkungan serta menurunkan estetika. Lebih dari itu tanah yang terkontaminasi limbah minyak dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai dengan Kep. MenLH 128 Tahun 2003. Oleh karena itu PT.Pertamina EP Filed Lirik diharapkan secepat mungkin dapat memperbaiki kerusakan pipa yang bocor untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan warga sekitar dan Indonesia pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2018: LPLHI - KLHI | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress