Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan dari sampah cangkang kelapa sawit dan Limbah minyak sawit/CPO

 

Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan dari sampah cangkang kelapa sawit dan Limbah minyak sawit/CPO.

Kepala Bagian Penyelamatan dan Pemanfaatan Sumbar Daya Alam DPW LPLHI-KLHI Riau Sirajuddin LPLHI-KLHI Provinsi Riau,akan mengajukan Bekerjasama dengan Pemda Provinsi Riau/Balitbang Provinsi Riau dalam waktu dekat ini Bekerjasama untuk mengoperasikan kembali Mesin pengelolaan limbah sawit untuk di jadikan BIO SOLAR yang diprakarsai oleh BPPT dan LIPI. pabrik ini tidak di operasikan selama 7 tahun. pabrik yang tebengkalai ini akan di operasikan oleh putara Daerah Riau yang tergabung di LPHLI-KLHI Provinsi Riu yang ahli di bidangnya telah siap mengoperasikan kembali pabrik berlokasi di Kabupaten Kampar Kecamatan Siak Hulu Riau.

Pabrik yang kelola oleh Balitbang Prov Riau yang kelak akan di operasikan dengan tim dan tenaga ahli DPW LPLH-KLHI Prov Riau Ini merupakan hasil dari proses transesterifikasi CPO itu akan dihasilkan metil ester asam lemak murni (FAME). Lalu FAME tersebut di-blending dengan solar murni selama 10 menitan, menghasilkan biodiesel yang siap pakai. Itulah biofuel jenisbiodiesel! Biodiesel penggunaannya adalah untuk menggantikan solar.

Biosolar merupakan campuran solar dengan minyak nabati yang didapatkan dari minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Sebelum dicampurkan minyak kelapa sawit direaksikan dengan methanol dan ethanol dengan katalisator NaOH atau KOH untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME). Untuk Biosolar jenis B-5 yang dijual saat ini mengandung 5 persen campuran FAME.
Kita selama ini mengeluh dan panik karena beban harga BBM dan listrik yang tinggi ditambah ancaman krisis energi. Minyak bumi yang berasal dari fosil lama kelamaan akan habis karena dieksploitasi terus menerus dan akan habis karena sumber energi ini tidak bisa diperbaharui.

Namun kita lupa atau tidak sadar bahwasanya kita memiliki sumber energi alternatif yang sangat luar biasa. Sumber ini sebenarnya hanya berasal dari Sampah!! Ya sampah kelapa sawit. Produksi dan pengolahan kelapa sawit selain menghasilkan minyak goreng, juga membuang sampah berupa cangkang sawit.

Di negara-negara maju dan modern seperti Jepang dan China, cangkang sawit diberdayakan menjadi bahan baku bio energi. Sebuah energi alternatif untuk menjawab kekhawatiran minyak bumi akan habis setelah dikuras manusia.
Dimana negara kita saat ini sedang mengalami krisis energi karena harga solar, gas, batu bara dan premiun sedang tinggi, sehingga biaya energi kita mahal.Ironisnya mengapa kita tidak sejak dini mempersiapkan teknologi pembangkit listrik atau power plan berbasis bio energi cangkang sawit sebagaimana Jepang dan China. Ini yang jadi pertanyaan besar.

Padahal bahan baku cangkang sawit yang dipakai Power Plan di China dan Jepang diimpor dari perkebunan sawit Padang, Riau, Pekanbaru, Bengkulu, basis utama daerah penghasil sawit.

Apakah pemerintah, orang cerdas, ahli bio energi, pengusaha, pemikir kita tidak sadar untuk memberikan sumbangsih nyata bagi penggunaan bio energi di bumi Indonesia untuk menjawab keluhan masyarakat atas mahalnya biaya energi konvensional yang tidak bisa diperbaharui.

Ataukah kita selamanya hanya menjadi pedagang minyak dan terus membebani harga energi kepada masyarakat kita kian mahal yang mengakibatkan perekonomian kita mengalami inflasi yang sangat tinggi.

Disadari atau tidak, kenaikan harga BBM faktanya memberikan effect kenaikan seluruh barang hampir 30 persen di tengah masyarakat (Meski statistik yang direlease Badan Pusat Statistik selalu menyatakan inflasi dibawah dua digit). Misalnya sebuah harga barang elektronika yang tadinya berkisar Rp 3.000.000 sekarang menjadi Rp 3.500.000. Makan nasi di tempat murah Warung Tegal yang tadinya seporsi Rp 5.000 sd Rp 8.000 sekarang sudah minimal Rp 10.000 atau rata-rata Rp 15.000. Sehingga uang yang dipegang masyarakat kita makin tidak punya nilai.

Kenaikan harga energi disadari atau tidak akan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian kita yang sangat mengandalkan energi sebagai sumber kehidupan. Karena semua kegiatan masyarakat kita saat ini bergantung dari listrik dan alat transportasi berbasis energi yang dihasilkan dari bahan baku batu bara, minyak, pembangkit tenaga air, dan sebagainya.

Marilah kita mulai berpikir untuk menciptakan dan mengelola sebuah bio energi, sebuah energi terbarukan yang berasal dari bahan baku cangkang sawit. Ayo bangun pabrik-pabrik pengolah cangkang sawit. Yang saya pernah tahu di Bengkulu dan Padang sudah berdiri pabrik besar cangkang sawit. Namun hasil produksinya diekspor ke Jepang dan China.

Kapan saatnya nanti cangkang sawit itu bisa juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, dengan adanya power plan berbasis cangkang sawit. Sebuah primadona baru dalam bisnis komodite. Kalau tidak sekarang kapan lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2018: LPLHI - KLHI | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress