February, 2015

now browsing by month

 

KAJIAN AYAT DAN HADITS TENTANG LINGKUNGAN HIDUP

 

943631_1393621914188959_1013366235_n

Ketua I LPLHI-KLHI

(Al Ustadz Husnul Muttaqien)

Bencana selalu menimbulkan kesedihan, kepedihan,penderitaan, dan kerugian.contoh bencana Aceh menangis,Yogja berduka, pangandaran Jawa Barat, longsor Banjarnegara, Jatuhnya Pesawat Air Asia, putting beliung, kelaparan dan kekeringan di kemarau dan banjir tak kala hujan. Kenapa Semua penuh dengan luka dan derita? Kapan kita bersyukur?

Ada yang mengatakan, ini sudah takdir Allah.Bisa jadi betul.Para ilmuwan pun mengamini karena letak geografis Indonesia memang rawan bencana. Apalagi bencana sudah dalam rencana Tuhan seperti Q.S (Al-hadid) : 22. Deskripsi ala Indonesia di atas sekedar untuk menghentakkan kita bahwa sudah sedemikian parahkah alam dan lingkungan ini sehingga tak sayang terhadap penghuninya ?. Mungkin Tuhan mulai bosan bersahabat dengan kita.Atau alam mulai enggan bersama kita.

Sangat jelas ayat yang turun 1400 tahun yang lalu menerangkan bahwa kerusakan alam ini akibat ulah tangan manusia seperti diterangkan dalam Al Qur’an;

Artinya :Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”( QS. Ar Rum ayat 41-42 )

Keberadaan alam dan seluruh benda-benda yang terkandung di dalamnya merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Secara keseluruhan saling membutuhkan, dan saling melengkapi kekurangannya. Kelangsungan hidup dari setiap unsur kekuatan alam terkait dengan keberadaan hidup kekuatan lain. Kejadian alam dan apa yang di dalamnya saling mendukung sehingga ia disebut alam secara keseluruhan. Alam dan apa-apa yang ada di dalamnya seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang termasuk manusia dan benda mati yang ada di sekitarnya, serta kekuatan alam lainnya seperti angin, udara dan iklim hakekatnya adalah bagian dari keberadaan alam.

Nah, peranan manusia yang paling penting karena khalifah dan seluruh alam ini khusus Tuhan berikan untuk Kita (Manusia). Jangan pernah menyalahkan makhluk lain jika saat ini pemanasan global sedang terjadi. Kerusakan lingkungan, banjir dan longsor sering kita temui disekitar kita.Namun apa yang sudah kita perbuat?

Matahari tidak pernah bertambah panas, namun lapisan ozon lah yang sudah menipis.

Artinya :Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. ( QS. Ai A’raf ayat 56-58 )

 

Tentu kita memahami betul akibat yang akan dihadapi ketika kita merusak bumi. Alam sudah menangis dan menjerit. Apa kita sebagai insan hanya bisa tinggal diam dan menyaksikan bencana dan duka menyelimuti saudara-saudara kita?

Hutan yang gundul menyebabkan banyak hal, banjir, longsor, kekeringan akibat tidak adanya sumber serapan air dan hutan yang rusak akibat keserakahan manusia. “bajing hanya memakan kelapa satu buah dan itu juga perlu proses panjang, sedangkan Bajingan (manusia) mampu menghabiskan kebun dan gunung sekalipun”.

Saya mengajak agar kita semua ikut andil untuk menjada dan melestarikan lingkungan dengan baik. Tanpa dukungan dari semua kalangan tentu semua itu akan sia-sia. Jika hanya segelintir orang yang berbuat untuk alam sedangkan yang merusak sangat banyak hanya akan menjadi seperti buih dilautan. Mari kita jaga alam ini dengan baik dan terus menanam agar terjaganya ekosistem dan kelangsungan hidup manusia.Mari kita tunda kiamat dengan menjada alam ini.

Insyaallah Bermanfaat

Masalah Sampah laut di Indonesia

Washington DC – Secara keseluruhan, sekitar 8,8 juta ton plastik ditemukan di laut-laut seluruh dunia. Jumlah ini dinilai jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya dan dianggap setara dengan banyaknya tuna yang dipancing per tahun.

“Jumlah itu setara dengan 5 kantong belanja penuh dengan sampah plastik yang menutupi setiap 30 cm garis pantai di seluruh dunia,” ujar Kepala Penelitian Jenna Jambeck, seorang profesor teknik lingkungan di University of Georgia, berdasarkan studi baru yang melacak sampah di laut berdasarkan sumbernya, seperti dimuat Voa News, Jumat (13/2/2015).

antarafoto-PencemaranLaut080112

Jambeck menjelaskan, dari temuan studinya, China dan Indonesia merupakan 2 negara yang paling banyak membuang sampah ke laut. Selain itu, negara lainnya adalah Filipina, Vietnam dan Sri Lanka.

Kata dia, lebih dari setengah sampah plastik yang mengalir ke laut datang dari 5 negara, yakni China, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Sri Lanka, diikuti oleh Thailand, Mesir, Malaysia, Nigeria dan Bangladesh.

Sampah pantai

Ilmuwan tersebut memperkirakan akumulasi sampah plastik di lautan akan mencapai sekitar 170 juta ton pada 2025 jika para penyumbang terbesar, yakni mayoritas negara-negara berkembang di Asia tidak menanggulangi cara pembuangan sampah.

“Perkiraan ini berdasarkan tren populasi dan penanganan sampah tiap negara, meski ada beberapa perubahan untuk mengelolanya dengan lebih baik,” papar Jenna Jambeck.

 

Negara industri Barat yang berada di daftar 20 penyumbang sampah plastik terbesar adalah Amerika Serikat. “Sampah plastik yang datang dari negara itu adalah karena pembuangan sampah sembarangan,” kata Jenna.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Science itu, China bertanggung jawab atas 2,4 juta ton plastik yang sampai di lautan, atau hampir 28 persen dari jumlah total. AS berkontribusi menambah jumlah sampah 77.000 ton atau kurang dari 1 persen.

“Negara-negara maju biasanya memiliki sistem untuk menjerat dan mengumpulkan sampah plastik,” ujar Jambeck.

IMG_4686

 

Nancy Wallace, yang mengepalai program sampah kelautan di Badan Nasional Kelautan dan Atmosferik, mengatakan sampah plastik di perairan merupakan isu penting di dunia karena sampah itu dimakan makhluk-makhluk laut dan juga mengumpulkan racun di laut.

“Selain itu butuh biaya pembersihan yang besar dan mempengaruhi pariwisata,” kata Jambeck.

Dalam penelitiannya itu, Jambeck dan timnya menggunakan statistik Bank Dunia mengenai aliran sampah 192 negara untuk melacak dan memperkirakan polusi plastik dari sumbernya.sampah-di-laut-kayu-pulau-480x360

© 2018: LPLHI - KLHI | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress