September, 2014

now browsing by month

 

CINTAILAH ALAM YANG INDAH INI

Alam akan melindungi kita selama kita mau menjaganya dengan baik dan tidak berlaku semena-mena terhadap alam, apalagi merusaknya tanpa memperhatikan akibat yang akan terjadi di kemudian hari

download

Alam yg Indah

Allah SWT menciptakan alam yang begitu indah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia di bumi ini. Tapi, keserakahan dan ketamakan manusia malah merusaknya, sehingga manusia itulah yang akan celaka dan merasakan akibat yang ditimbulkan sendiri.images (1)

Alam yg Indah

Akibat ketamakan dan keserakahan manusia terhadap alam,gunung, bukit, dan hutan menjadi gundul karena penebangan pohon-pohon secara liar dan pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian oleh manusia yang tidak bertanggungjawab itu. Sungai-sungai menjadi banjir karena banyak sampah-sampah yang menumpuk. Udara menjadi tercemar akibat asap kendaraan bermotor dan asap pabrik menjadi polusi udara, yang pada akhirnya meningkatkan prosesGlobal Warming (Pemanasan Global).

Banyak sekali perusakan yang terjadi di sekitar kita yang tiada lain karena ulah manusia itu sendiri. Contoh lain perusakan alam diantaranya:

 

    1. Penggunaan pupuk yang berlebihan, sehingga menyebabkan air tanah menjadi tercemar dan tanah tidak produktif lagi.
    2. Penggunaan bom ikan dan pembuangan limbah ke laut, mengakibatkan air laut menjadi tercemar, terumbu karang banyak yang rusak, sehimgga ikan-ikan banyak yang mati.
    3. Pengurasan hasi-hasil tambang secar aterus-menerus.
    4. Penggunaan air tanah secara berlebihan, sehingga pada musim kemarau terjadi kekeringan.
    5. dan masih banyak yang lainnya.

 

Tanah longsor, banjir, kekeringan, pencemaran(air, udara, tanah), abrasi dan erosi adalah akibat yang ditimbulkan dari tindakan perusakan alam yang dilakukan oleh para manusia yang tidak bertanggungjawab, dan pada akhirnya akan menyengsarakan dirinya sendiri dan orang lain.

Ada banyak hal yang dpat kita lakukan untuk mencegah perusakan terhadap alam, di antaranya:

    • Menghemat pemakaian kertas dan pelastik.
    • Menghemat penggunaan energi(minyak, listrik,dll).
    • Menghemat dalam menggunakan air tanah.
    • Selalu melakukan penghijauan.
    • Menggunakan energi alternatif(jika ada).
    • Tidak membuang sampah sembarangan.
    • Selalu menjaga kelestarian lingkungan.
    • Selalu menjaga dan mencegah alam dari perusakan.
    • Selalu menggunakan prinsip 4R(Reduce, Reuse, Recycle, Repair).
    • Selalu menghargai alam, karena itu merupakan ciptaan Allah SWT.

raja-ampatpapua.11

PRINSIP EKOEFISIENSI

Ekoefisiensi artinya semua bentuk pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan harus dengan meminimalkan resiko.
Prinsip Ekoefisiensi dalam Pemanfaatan Hutan
Pemanfaatan hutan harus menggunakan prinsip ekoefisiensi. Penebangan hutan secara liar (illegal logging) harus dihentikan. Penebangan hutan hendaknya dilakukan dengan prinsip ekoefisiensi dengan melakukan pembibitan, sistem tebang pilih, dan reboisasi.

Reboisasi

Tujuan reboisasi dan rehabilitasi hutan adalah sebagai berikut :
  1.  Meningkatkan kelestarian hutan, tanah, dan air
  2.  Memperluas persediaan sumber bahan baku yang berharga bagi masyarakat.
  3.  Menyelamatkan hasil usaha pembangunan di bidang pengairan.
Usaha pelestarian hutan di antaranya sebagai berikut :
  1. Penebangan pohon bersifat selektif serta mengganti pohon dengan pohon yang mempunyai peranan penting bagi lingkungan hidup dan ekonomi
  2. Hendaknya diusahakan keseimbangan antara penebangan dan penghijauan kembali
  3. Penebangan fungsi hutan sebagai pengawet sumber air, tanah, dan tempat rekreasi perlu digalakkan.
Prinsip Ekoefisiensi dalam Pemanfaatan Lahan Pertanian
Pengolahan lahan untuk pertanian dilakukan dengan cara antara lain pemupukan, rotasi tanaman, dan pengolahan lahan lainnya.
Rotasi Tanaman
Prinsip Ekoefisiensi dalam Pemanfaatan Tambang
Barang tambang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Prinsip ekoefisiensi pemanfaatan tambang dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  1.  Penghematan dalam pemakaian dengan selalu mengingat generasi penerus
  2.  Melakukan ekspor bahan tambang sebagai barang jadi atau setengah jadi
  3.  Mengadakan penyelidikan dan penelitian untuk menemukan daerah penambangan baru
  4.  Diusahakan bahan pengganti. Misalnya pemakaian BBM diganti dengan tenaga surya, gas atau alkohol.

Tenaga Surya10582901_533115326818323_3871355846957099498_o

Prinsip Ekoefisiensi dalam Pemanfaatan Air
Usaha pelestarian air dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Mempertahankan keberadaan hutan agar mata air tidak kering, terutama hutan di daerah hulu sungai
  2. Menjaga air sungai agar tidak tercemar. Pembuangan limbah industri ke sungai harus dinetralkan terlebih dahulu
  3. Mengusahakan air sumur agar tetap bersih. Misalnya, menjaga jarak antara sumur dan tempat pembuangan kotoran minimal 10 meter
  4. Mencegah pembuangan limbah nuklir atau limbah cair industri secara langsung ke laut. Menghindari kebocoran pada kapal tanker pengangkut minyak. Menghindari kecerobohan laut, seperti tabrakan antar kapal tanker dan tidak membuang limbah dan sampah ke laut

Sampah ke laut

Prinsip Ekoefisiensi dalam Industri
Bahan dan energi yang tidak termanfaatkan dalam suatu sistem proses produksi akan terbuang menjadi limbah dan menyebabkan meningkatnya social cost untuk proses lanjutannya.
Oleh karena itu, perlu penerapan prinsip ekoefisiensi dalam industri sebagai berikut :
  1.  Meminimalkan penggunaan bahan baku dan energi
  2.  Meminimalkan pelepasan limbah beracun ke lingkungan
  3.  Menghasilkan produk yang dapat didaur ulang
  4.  Pemanfaatan SDA yang dapat diperbaharui (renewable resources)
  5.  Mampu menghasilkan produk yang tahan lama

Daur Ulang

Prinsip Ekoefisiensi dalam Memenuhi Kebutuhan Sumber Energi
Berbagai aktivitas manusia membutuhkan energi seperti batu bara, minyak bumi, geothermal, hidro karbon, air, sinar matahari, angin, dan ombak. Permasalahan global saat ini adalah semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dunia, sementara kebutuhan bahan bakar harus selalu tersedia. Penerapan prinsip ekoefisiensi dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar antara lain : penggunaan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin, sinar matahari, air, biomassa, dan bahan-bahan organik.

Berbagai Prinsip dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

Di Indonesia terdapat beberapa undang-undang yang berkaitan dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam, tetapi pada kenyataannya sumber daya alam dieksploitasi secara besar-besaran sehingga menimbulkan kerusakan sumber daya alam maupun terhadap manusia.

  1. Pengelolaan sumber daya alam berdasar prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan

Makna berwawasan lingkungan adalah memperhatikan factor lingkungan, sedangkan makna berkelanjutan adalah mengambil tanpa mengurangi kemampuan bagi generasi selanjutnya. Jadi, memperhatikan prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, berarti pendayagunaan dan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara terencana, bijaksana, dan bertanggung jawab. Prinsip itu mengandung aspek pelestarian dan solidaritas antargenerasi.

Ciri-ciri utama dari pengelolaan sumber daya alam dengan prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan antara lain mencakup tiga hal pokok berikut : 1) mengingat bahwa bumi adalah sumber daya alam terbatas,  2) menghindarkan kerusakan lingkungan, 3) menjaga kelestarian.

Bentuk nyata tindakan yang sesuai dengan prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, misalnya :

~ Penambangan secara arif

Penambangan secara arif adalah mempertimbangkan kemampuan lingkungan, tidak berlebihan dan tidak merusak lingkungan. Hal yang perlu diingat yaitu bahwa setiap lingkungan memiliki keterbatasan

~ Penghijauan dan reboisasi

Penghijauan dan reboisasi berperan untuk mencegah rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan dengan tanah, air, dan udara. Salah satu lingkungan yang perlu penghijauan dan reboisasi adalah hutan (hutan lindung, hutan produksi, hutan suaka). Hal itu beralasan karena peran hutan bagi bumi: 1) hutan berperan dalam tata hidrologi, yaitu menyaring dan mengatur air, mencegah banjir dan menimbulkan mata air, 2) daun-daunan yang gugur dapat menjadi humus dan dapat menyuburkan tanah, 3) hutan juga berperan penting dalam sirkulasi udara, tumbuhan mengambil  karobondioksida dari udara kemudian melepaskan oksigen yang diperlukan untuk pernapasan makhluk hidup dan tumbuhan juga menyerap gas polutan lain, 4) hutan memiliki peranan dalam bidang social maupun ekonomi (hutan produksi dan hutan rekreasi)

~ Pengelolaan daerah aliran sungai

Kerusakan DAS dapat terjadi oleh alam atau manusia (erosi oleh aliran air, pencemaran, pendangkalan). Beberapa cara pengelolaan DAS adalah : 1) melakukan penghijauan di sepanjang jalur sungai, 2) menjaga kebersihan sungai (tidak membuang sampah di sungai), 3) menghindari pendangkalan sungai dengan melakukan pengerukan adil sedimentasi secara rutin

~ Sengkedan (terrasering)

Melakukan pengolahan lahan dengan system sengkedan adalah membuatnya menjadi bertangga-tangga dari atas ke bawah. Sengkedan dilakukan khususnya pada tanah miring atau berbukit-bukit. Tujuan sengkedan adalah memberi kesempatan bagi air hujan yang mengalir untuk meresap ke dalam tanah. Sengkedan sangat efektif untuk mencegah longsor

~ Pengelolaan limbah/sampah

Limbah atau sampah dapat berbentuk padat atau cair. Pengelolaan limbah meliputi berbagai kegiatan yaitu penampungan, pembuangan, dan pengolahan. a) limbah padat, harus ditampung dan dibuang pada tempat tertentu dengan memperhatikan permukiman penduduk. Terdapat beberapa bentuk pengolahan: pengomposan yaitu penguraian dan pemantapan bahan-bahan organic secara biologis dalam suhu tinggi, penimbunan (sanitary landfill) yaitu penanganan sampah dengan system urug, dan pembakaran (insenerator) diberlakukan untuk sampah organic, b) limbah cair dapat dibuang melalui saluran (selokan, got, dan sungai) ataupun lubang tertentu (septictank) tergantung jenisnya tetapi limbah industry harus melalui pengolahan yang sesuai

  1. Pengelolaan sumber daya alam dengan pola mengurangi   

Salah satu prinsip dalam pengelolaan sumber daya alam adalah prinsip mengurangi. Mengurangi berarti memperkecil jumlah pengambilan terhadap suatu jenis sumber daya alam. Penerapan prinsip ini adalah mengurangi eksploitasi terhadap sumber daya alam, seperti berbagai jenis bahan tambang berupa fosil. Pola mengurangi ini harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat yaitu dengan cara penghematan. Sebagai contoh bila memiliki kendaraan roda dua yang selalu mengendarainya baik jarak dekat maupun jarah jauh namun dalam satu hari dapat mengurangi penggunaan bendin dengan cara berjalan kaki jika jarak yang ditempuh dekat.

  1. Pengelolaan sumber daya alam dengan pola memakai ulang

Memakai ulang berarti menggunakan barang-barang yang masih berfungsi untuk digunakan lagi hingga benar-benar tidak dapat berfungsi lagi. Terdapat berbagai macam benda dari bahan-bahan tertentu yang sebenarnya tidak perlu langsung dibuang bila sudah tidak bisa digunakan. Sebagai contoh: 1) kardus tempat peralatan elektronik dapat dimanfaatkan sebagai kotak penyimpanan, 2) botol sirup dapat digunakan sebagai visi bunga.

  1. Pengelolaan sumber daya alam dengan pola daur ulang

Daur ulang merupakan usaha untuk memproduksi barang kebutuhan tidak dengan menggunakan bahan mentah, melainkan dengan memproses kembali barang yang sudah terpakai. Barang yang sudah tidak terpakai umunya telah dibuang sebagai sampah/limbah. Melalui proses daur ulang, limbah dapat diubah menjadi barang-barang yang dapat digunakan atau memiliki nilai ekonomis.

Daur ulang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan material bekas pakai. Bahan-bahan yang dapat di daur ulang, antara lain : 1) botol kaca baik yang putih atau berwarna, terutama tebal, 2) kertas, terutama kertas bekas di kantor, Koran, majalah kecuali kertas berlapis minyak, 3) berbagai jenis logam (besi dan alumunium), 4) plastic, kain, dan sebagainya

Daur ulang dapat memperkecil pengurasan sumber daya yang semakin menipis di masa mendatang. Beberapa keuntungan dengan adanya kegiatan daur ulang, antara lain : 1) mengurangi pencemaran lingkungan, misalnya oleh logam-logam berkarat, 2) mengurngi limbah padat, yaitu semua bahan yang tidak dapat diuraikan oleh organism, 3) mengurangi kerusakan tanah akibat penambangan berlebihan, 4) memperkecil kebutuhan energi

  1. Pemanfaatan sumber daya alam dengan prinsip ekoefisiensi

Prinsip ekoefisiensi mencakup penggunaan secara efisien, menjaga kondisi ekosistem, dan melestarikan ekosistem. Prinsip ekoefisiensi berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan. 1) penggunaan secara efisiensi, yakni dengan eksploitasi tidak berlebihan dan mempertimbangkan keterbatasan jumlah dan kualitas sumber daya alam serta penggunaan sumber daya alam tidak boros, 2) menjaga kondisi ekosistem, dengan cara memperhatikan lokasi sumber daya alam dan pengaruhnya terhadap ekosistem setempat jika dilakukan eksploitasi, memperhitungkan dampak negative pengolahan dan pemecahan secara bijaksana serta menggunakan teknologi yang tidak merusak ekosistem, 3) melestarikan ekosistem, dengan cara pengolahan disertai dengan pambaruan, melakukan kegiatan pemulihan ekosistem, dan dampak negative pengolahan turut dikelola

IMG_878210440713_10202134849279420_2143179686304076201_n10150694_10201847376572782_2796582545559935974_n

Sumber Daya Alam dan Pelestarian Sumber Daya Alam hayati

Alam pada dasarnya mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu.

Semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.

Sumber daya alam ialah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).

Menurut urutan kepentingan, kebutuhan hidup manusia, dibagi menjadi dua sebagai berikut.
1. 
Kebutuhan Dasar.
    Kebutuhan ini bersifat mutlak diperlukan untuk hidup sehat dan aman.
    Yang termasuk kebutuhan ini adalah sandang, pangan, papan, dan   udara bersih. 

2. Kebutuhan sekunder.
    Kebutuhan ini merupakan segala sesuatu yang diperlukan untuk lebih
    menikmati hidup, yaitu rekreasi, transportasi, pendidikan, dan hiburan.

Mutu lingkungan
Pandangan orang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memang berbeda-beda karena antara lain dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pertimbangan kebutuhan, sosial budaya, dan waktu.

Semakin meningkat pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan hidup, maka semakin baik pula mutu hidup. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam kondisi lingkungan disebut mutu lingkungan.

Daya dukung lingkungan
Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.

Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagianbagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harusdilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan
    hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien,
    serta pendaurulangan (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara
    damai dengan alam.

1. Macam-macam sumber Daya Alam
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya. 

a. Berdasarkan sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan,
    tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat
    melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya:
     minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. 
Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, 
    energi pasang surut, dan energi laut.

b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang
    dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas,
    kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. 
Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang
    dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi,
   air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan
   lain-lain.
3. Sumber daya alam ruang; 
merupakan sumber daya alam yang berupa
    ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan
    angkasa.

c. Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya
    alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati.
    Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam
    yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba,
   dan manusia.

Uraian di sini hanya akan ditekankan pada sumber daya alam hayati, termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM).

2. Sumber Daya Tumbuhan
Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, pagan, dan rekreasi. Akan tetapi untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, danRafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.

1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3. Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.

Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan tepung melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.

Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan.

Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akanmuncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu ke rugian besar.

Selain telah adanya sumber daya tumbuhan yang punah, beberapa jenis tumbuhan langka terancam pula oleh kepunahan, misalnya Rafflesia arnoldi (di Indonesia) dan pohon raksasa kayu merah (Giant Redwood di Amerika). Dalam mengeksploitasi sumber daya tumbuhan, khususnya hutan, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena
(tebang habis). 
b. Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan
    sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang
    ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang
telah ditentukan.
c. Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa
   sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya. 
d. Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan
   yang sudah terlanjur rusak.
e. Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan
   hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan
lain.
f. Mencegah kebakaran hutan.

Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.

Hal-hal yang sering menjadi penyebab kebakaran hutan antara lain sebagai berikut : 
a. Musim kemarau yang sangat panjang. 

b. Meninggalkan bekas api unggun yang 
membara di hutan. 
c. Pembuatan arang di hutan. 

d. Membuang puntung rokok sembarangan 
di hutan.

Untuk mengatasi kebakaran hutan diperlukan hal-hal berikut ini. 
a. Menara pengamat yang tinggi dan alat 
telekomunikasi. 
b. Patroli hutan untuk mengantisipasi ke
mungkinan kebakaran. 
c. Sistem transportasi mobil pemadam ke
bakaran yang siap digunakan.

Pemadaman kebakaran hutan dapat dilakukan dengan dua cara seperti berikut ini : 
a. Secara langsung dilakukan pada api 
kecil dengan penyemprotan air.
b. Secara tidak langsung pada api yang telah terlanjur besar, yaitu
    melokalisasi api dengan membakar daerah sekitar kebakaran, dan
   mengarahkan api ke pusat pembakaran. Biasanya dimulai dari daerah
   yang menghambat jalannya api, seperti: sungai, danau, jalan, dan
   puncak bukit.

Pengelolaan hutan seperti di atas sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya karena banyaknya fungsi hutan seperti berikut ini :
1. Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh
   ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
2. 
Sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan
   sebagainya.
3. Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di
hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
4. Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.
    Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah
    yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam
    tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan
   demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim
   kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.

3. Sumber Daya Hewan
Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat. 
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional 
udara.

Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.

Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain.

Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Termasuk sumber daya alam satwa liar adalah penghuni hutan, penghuni padang rumput, penghuni padang ilalang, penghuni steppa, dan penghuni savana. Misalnya badak, harimau, gajah, kera, ular, babi hutan, bermacam-macam burung, serangga, dan lainnya.

Termasuk sumber daya alam hewan piaraan antara lain adalah lembu, kuda, domba, kelinci, anjing, kucing, bermacam- macam unggas, ikan hias, ikan lele dumbo, ikan lele lokal, kerang, dan siput.

Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik. Selain memungut hasil dari peternakan dan perikanan, manusia jugs melakukan persilangan untuk mencari bibit unggul guns menambah keanekaragaman ternak.

Dipandang dari peranannya, hewan dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, dan mujaer.
b. Sumber sandang, antara lain bulu domba dan ulat sutera.
c. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu.
d. Piaraan, antara lain kucing, burung, dan ikan hiss.

Untuk menjaga kelestarian satwa Langka, maka penangkapan hewan-hewan dan juga perburuan haruslah mentaati peraturan tertentu seperti berikut ini :
1. Para pemburu harus mempunyai lisensi (surat izin berburu).
2. Senjata untuk berburu harus tertentu macamnya.
3. Membayar pajak dan mematuhi undang-undang perburuan. 

4. Harus menyerahkan sebagian tubuh 
yang diburunya kepada petugas
sebagai tropy, misalnya tanduknya.
5. Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
6. Ada hewan yang boleh ditangkap hanya pada bulan-bulan tertentu
    saja. Misalnya, ikan salmon pada musim berbiak di sungai tidak boleh
    ditangkap, atau kura-kura pads musim akan bertelur. 
7. Harus melakukan konvensi dengan baik. Konuensi ialah aturan-aturan
    yang tidak tertulis tetapi harus sudah diketahui oleh si pemburu
    dengan sendirinya. Misalnya, tidak boleh menembak hewan buruan
    yang sedang bunting, dan tidak boleh membiarkan hewan buas
    buruannya lepas dalam keadaan terluka.

Akan tetapi, seringkali peraturan-peraturan tersebut tidak ditaati bahkan ada yang diam-diam memburu satwa langka untuk dijadikan bahan komoditi yang berharga. Satwa yang sering diburu untuk diambil kulitnya antara lain macan, beruang, dan ular, sedangkan gajah diambil gadingnya.

Sumber Daya Mikroba
Di samping sumber daya alam hewan dan tumbuhan terdapat sumber daya alam hayati yang bersifat mikroskopis, yaitu mikroba. Selain berperan sebagai dekomposer (pengurai) di dalam ekosistem, mikroba sangat penting artinya dalam beberapa hal seperti berikut ini :

a. sebagai bahan pangan atau mengubah bahan pangan menjadi bentuk
lain, seperti tape, sake, tempe, dan oncom
b. penghasil obat-obatan (antibiotik), misalnya, penisilin
c. membantu penyelesaian masalah pencemaran, misalnya pembuatan
biogas dan daur ulang sampah 
d. membantu membasmi hama tanaman,
 misalnya Bacillus thuringiensis 
e. untuk rekayasa genetika, misalnya, pencangkokan gen virus dengan
gen sel hewan untuk menghasilkan interferon yang dapat melawan
penyakit karena virus.

Rekayasa genetika dimulai Tahun 1970 oleh Dr. Paul Berg. Rekayasa genetika adalah penganekaragaman genetik dengan memanfaatkan fungsi materi genetik dari suatu organisme. Cara-cara rekayasa genetika tersebut antara lain: kultur jaringan, mutasi buatan, persilangan, dan pencangkokan gen. Rekayasa genetika dapat dimanfaatkan untuk tujuan berikut ini :

1. mendapatkan produk pertanian baru, seperti “pomato”, merupakan
persilangan dari potato (kentang) dan tomato (tomat) 
2. mendapatkan temak yang berkadar pro
tein lebih tinggi 
3. mendapatkan temak atau tanaman yang 
tahan hama 
4. mendapatkan tanaman yang mampu 
menghasilkan insektisida sendiri.

Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:

a. pertambahan penduduk yang cepat
b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sainsdan teknologi.

Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.

1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang
    maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.

2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi  sumber daya alam.

3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.

4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber
    daya untuk pembaruannya.
b. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
c. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
d. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.

5. Sumber Daya Manusia
Manusia dibedakan dari sumber daya alam hayati lainnya karena manusia memiliki kebudayaan, akal, dan budi yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan. Berbeda dengan sumber daya hayati lainnya, penggunaan sumber daya manusia dibagi dua, yaitu sebagai berikut :
a. Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja
dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian,
ransportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

b. Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam
yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagikebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu
mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu
mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan
teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan
sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu,
manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang
terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang
sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

© 2018: LPLHI - KLHI | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress