September, 2013

now browsing by month

 

kelemahan pengawasan dalam kegiatan pelaku ijin hutan konservasi di kalimantan tangah

  1. DSCF0348

salah satu kawasan lindung yang hampir musnah oleh kegiatan.

-

perusakan hutan kalimanta

 

 

  1. DSCF0282
  2. ,
  3. DSCF0281
  4. DSCF0568
  5. DSCF0567
  6. DSCF0559
  7. DSCF0558
  8. DSCF0555
  9. DSCF0552
  10. DSCF0551
  11. DSCF0548
  12. DSCF0528
  13. DSCF0525
  14. DSCF0523
  15. DSCF0522
  16. DSCF0521
  17. DSCF0520
  18. DSCF0519
  19. DSCF0518
  20. DSCF0516
  21. DSCF0514
  22. DSCF0513
  23. DSCF0512
  24. DSCF0511
  25. DSCF0510
  26. DSCF0509
  27. DSCF0508
  28. DSCF0507
  29. DSCF0506
  30. DSCF0505
  31. DSCF0504
  32. DSCF0503
  33. DSCF0502
  34. DSCF0501
  35. DSCF0500
  36. DSCF0499
  37. DSCF0498
  38. DSCF0497
  39. DSCF0496
  40. DSCF0495
  41. DSCF0494
  42. DSCF0489
  43. DSCF0485
  44. DSCF0484
  45. DSCF0483
  46. DSCF0482
  47. DSCF0481
  48. DSCF0480
  49. DSCF0479
  50. DSCF0478
  51. DSCF0473
  52. DSCF0472
  53. DSCF0471
  54. DSCF0470
  55. DSCF0469
  56. DSCF0468
  57. DSCF0467
  58. DSCF0462
  59. DSCF0461
  60. DSCF0460
  61. DSCF0459
  62. DSCF0458
  63. DSCF0457
  64. DSCF0456
  65. DSCF0455
  66. DSCF0454
  67. DSCF0453
  68. DSCF0452
  69. DSCF0451
  70. DSCF0450
  71. DSCF0449
  72. DSCF0449
  73. DSCF0448
  74. DSCF0447
  75. DSCF0446
  76. DSCF0445
  77. DSCF0444
  78. DSCF0442
  79. DSCF0444
  80. DSCF0441
  81. DSCF0438
  82. DSCF0437
  83. DSCF0434
  84. DSCF0433
  85. DSCF0432
  86. DSCF0430
  87. DSCF0430
  88. DSCF0429
  89. DSCF0428
  90. DSCF0427
  91. DSCF0426
  92. DSCF0425
  93. DSCF0424
  94. DSCF0423
  95. DSCF0422
  96. DSCF0421
  97. DSCF0420
  98. DSCF0419
  99. DSCF0418
  100. DSCF0417
  101. DSCF0416
  102. DSCF0415
  103. DSCF0412
  104. DSCF0408
  105. DSCF0407
  106. DSCF0406
  107. DSCF0405
  108. DSCF0404
  109. DSCF0403
  110. DSCF0402
  111. DSCF0401
  112. DSCF0400
  113. DSCF0399
  114. DSCF0399
  115. DSCF0398
  116. DSCF0389
  117. DSCF0388
  118. DSCF0387
  119. DSCF0386
  120. DSCF0385
  121. DSCF0384
  122. DSCF0383
  123. DSCF0385
  124. DSCF0383
  125. DSCF0380
  126. DSCF0378
  127. DSCF0377
  128. DSCF0374
  129. DSCF0373
  130. DSCF0371
  131. DSCF0370
  132. DSCF0369
  133. DSCF0368
  134. DSCF0367
  135. DSCF0366
  136. DSCF0365
  137. DSCF0363
  138. DSCF0362
  139. DSCF0361
  140. DSCF0360
  141. DSCF0359
  142. DSCF0358
  143. DSCF0357
  144. DSCF0356
  145. DSCF0351
  146. DSCF0355
  147. DSCF0356
  148. DSCF0351
  149. DSCF0345
  150. DSCF0344
  151. DSCF0344
  152. DSCF0352
  153. DSCF0353
  154. DSCF0299
  155. DSCF0514
  156. DSCF0343
  157. DSCF0451
  158. DSCF0338

perkiraan setelah ahasil survey yang kami lakukan selama ini..maka hutan kalimantan di perkirakan tahun 2017 sudah pasti akan habis dan musnah..di akibatkan beberapa perusamahan PMA yang berlomba dengan mengantongi ijin dengan dipermudahnya ijin oleh pemerintah provinsi juga daerah…dengan dalih hutan konservasi yang pada kenyataannya sangatlah tidak sesuai dengan hasil yang kami temukan di lapangan..

Peran Serta Masyarakat dalam Proses AMDAL

Menurut Pasal 26 UUPPLH tentang perlibatan masyarakat dalam penyusunan AMDAL.

(1) Dokumen amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 disusun oleh pemrakarsa dengan melibatkan masyarakat.
(2) Pelibatan masyarakat harus dilakukan berdasarkan prinsip pemberian informasi yang transparan dan lengkap serta diberitahukan sebelum kegiatan dilaksanakan.
(3) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. yang terkena dampak;
b. pemerhati lingkungan hidup; dan/atau
c. yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses amdal.

(4) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan keberatan terhadap dokumen amdal.

Penjelasan Pasal 26 Ayat (1) Pelibatan masyarakat dilaksanakan dalam proses pengumuman dan konsultasi publik dalam rangka menjaring saran dan tanggapan.

Lebih lanjut kemudian dalam Bab VI PP Amdal tentang KETERBUKAAN INFORMASI DAN PERAN MASYARAKAT

Pasal 33
(1) Setiap usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) wajib diumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum pemrakarsa menyusun analisis mengenai dampak lingkungan hidup.
(2) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab dan pemrakarsa.
(3) Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diumumkannya rencana usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), warga masyarakat yang berkepentingan berhak mengajukan saran, pendapat, dan tanggapan tentang akan dilaksanakannya rencana usaha dan/atau kegiatan.
(4) Saran, pendapat, dan tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diajukan secara tertulis kepada instansi yang bertanggung jawab.
(5) Saran, pendapat, dan tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) wajib dipertimbangkan dan dikaji dalam analisis mengenai dampak lingkungan.
(6) Tata cara dan bentuk pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1), serta tata cara penyampaian saran, pendapat, dan tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Kepala instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan.

Pasal 34
(1) Warga masyarakat yang berkepentingan wajib dilibatkan dalam proses penyusunan kerangka acuan, penilaian kerangka acuan, analisis dampak lingkungan hidup, rencana pengelolaan lingkungan hidup, dan rencana pemantauan lingkungan hidup.
(2) Bentuk dan tata cara keterlibatan warga masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan.

Pasal 35
(1) Semua dokumen analisis mengenai dampak lingkungan hidup, saran, pendapat, dan tanggapan warga masyarakat yang berkepentingan, kesimpulan komisi penilai, dan keputusan kelayakan lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan bersifat terbuka untuk umum.
(2) Instansi yang bertanggung jawab wajib menyerahkan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada suatu lembaga dokumentasi dan/atau kearsipan.

Secara rinci mengenai perlibatan masyarakat diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor 8 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

Salah satu ketetapannya adalah, dengan tidak mengurangi ketentuan dalam Keputusan ini, Gubernur dapat mengatur lebih lanjut mengenai :
1. Penentuan wakil masyarakat terkena dampak yang duduk dalam Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;
2. Rincian tata cara:
a. keterlibatan masyarakat dalam proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;
b. pengumuman; dan
c. penyampaian saran, pendapat, dan tanggapan warga masyarakat

Maksud dan tujuan dilaksanakannya keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi dalam proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) ini adalah untuk:
1) Melindungi kepentingan masyarakat;
2) Memberdayakan masyarakat dalam pengambilan keputusan atas rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan;
3) Memastikan adanya transparansi dalam keseluruhan proses AMDAL dari rencana usaha dan/atau kegiatan; dan
4) Menciptakan suasana kemitraan yang setara antara semua pihak yang berkepentingan, yaitu dengan menghormati hak-hak semua pihak untuk mendapatkan informasi dan mewajibkan semua pihak untuk menyampaikan informasi yang harus diketahui pihak lain yang terpengaruh.

Prinsip Dasar Pelaksanaan
1) Kesetaraan posisi diantara pihak-pihak yang terlibat;
2) Transparansi dalam pengambilan keputusan;
3) Penyelesaian masalah yang bersifat adil dan bijaksana; dan
4) Koordinasi, komunikasi, dan kerjasama dikalangan pihak-pihak yang terkait.

Masyarakat yang Berkepentingan:
Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan antara lain sebagai berikut: kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, faktor pengaruh sosial budaya, perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya.

Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.

Masyarakat Terkena Dampak adalah masyarakat yang akan merasakan dampak dari adanya rencana usaha dan/atau kegiatan, terdiri dari masyarakat yang akan mendapatkan manfaat dan masyarakat yang akan mengalami kerugian.

Masyarakat Pemerhati adalah masyarakat yang tidak terkena dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, tetapi mempunyai perhatian terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut, maupun dampak-dampak lingkungan yang akan ditimbulkannya.

Keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan tentang AMDAL. Dalam proses ini, masyarakat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat, serta usulan penyelesaian masalah dari masyarakat yang berkepentingan dengan tujuan memperoleh keputusan yang terbaik.

Wakil masyarakat dalam Komisi Penilai AMDAL adalah wakil dari masyarakat terkena dampak yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk dapat duduk sebagai anggota Komisi Penilai AMDAL

 

© 2018: LPLHI - KLHI | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress